Saturday, 19 March 2016
SEJARAH IPNU
SEJARAH LAHIRNYA IPNU
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (disingkat IPNU) adalah badan otonom
Nahldlatul Ulama yang berfungsi membantu melaksanakan kebijakan NU pada segmen
pelajar dan santri putra. IPNU didirikan di Semarang pada tanggal 20 Jumadil
Akhir 1373 H/ 24 Pebruari 1954, yaitu pada Konbes LP Ma’arif NU. Pendiri IPNU
adalah
M. Shufyan Cholil (mahasiswa UGM),
H. Musthafa (Solo),
Abdul Ghony Farida (Semarang).
Ketua Umum Pertama IPNU adalah M. Tholhah Mansoer yang terpilih dalam
Konferensi Segi Lima yang diselenggarakan di Solo pada 30 April-1 Mei 1954
dengan melibatkan perwakilan dari Yogyakarta, Semarang, Solo, Jombang, dan
Kediri.
Pada tahun 1988, sebagai implikasi dari tekanan rezim Orde Baru, IPNU
mengubah kepanjangannya menjadi Ikatan Putra Nahdlatul Ulama. Sejak saat itu,
segmen garapan IPNU meluas pada komunitas remaja pada umumnya. Pada Kongres XIV
di Surabaya pada tahun 2003,IPNU kembali mengubah kepanjangannya menjadi
“Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama”. Sejak saat itu babak baru IPNU dimulai.
Dengan keputusan itu, IPNU bertekad mengembalikan basisnya disekolah dan
pesantren.
Visi IPNU
terbentuknya pelajar bangsa
yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlak mulia dan berwawasan
kebangsaan serta bertanggungjawab atas tegak dan terlaksananyasyari’at Islam
menurut faham ahlussunnah wal jama’ah yang berdasarkan Pancasila dan
Undang-Undang Dasar 1945.
Misi IPNU
(1)
Menghimpun
danmembina pelajar Nahdlatul Ulama dalam satu wadah organisasi;
(2)
Mempersiapkan
kader-kader intelektual sebagai penerus perjuangan bangsa;
(3) Mengusahakan
tercapainya tujuan organisasidengan menyusun landasan program perjuangan sesuai
dengan perkembangan masyarakat(maslahah al-ammah), guna terwujudnya khaira
ummah
(4) Mengusahakan
jalinan komunikasi dankerjasama program dengan pihak lain selama tidak
merugikan organisasi.
Sebagai salah satu perangkat organisasi NU, IPNU menekankan aktivitasnya
pada programkaderisasi, baik pengkaderan formal, informal, maupun non-formal.
Di sisi lain, sebagai organisasi pelajar, program IPNU diorientasikan pada
pengembangan kapasitas pelajar dan santri, advokasi, penerbitan, dan
pengorganisasian pelajar.Kini IPNU telah memiliki 33 Pimpinan Wilayah di tingat
provinsi dan 374 Pimpinan Cabang ditingkat kabupaten/kota. Sampai dengan tahun
2008, anggota IPNU telah mencapai lebih dari 2 juta pelajar santri yang telah
tersebar di seluruh Indonesia. Disini IPPNU tidak akan lepas dari sejarah IPNU,
karena merupakan satu wadah yangsama untuk para pelajar dengan latar belakang
NU. Sehingga lahirnya IPPNU pun juga karena para pelajar putri yang tergabung
dalam IPNU ingin mempunyai wadah sendiri, yang tidak menjadi satudengan para
pelajar putra. Ini bisa dimaklumi, karena pada saat itu sudah mulai muncul
konflik gender yang imbasnya juga sampai pada negara kita. Maka para pelajar
putri ingin mendapatkan“keistimewaan” yang lebih.











0 comments:
Post a Comment