Tuesday, 29 March 2016
Home »
BARISAN ANSOR SERBAGUNA
,
SEJARAH ANSOR
,
SEJARAH BANSER
,
SEJARAH BERDIRINYA ANSOR
» SEJARAH ANSOR
SEJARAH ANSOR
Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai
oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP
Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah
Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan.
Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan
Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat
perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor
sangat menonjol.
Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU)
dari situasi konflik internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari
perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh
Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan
Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh
tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus
gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan
organisasi kepemudaan Islam.
Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para
pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab yang kemudian menjadi pendiri NU membentuk
wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang
menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya
mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU),
dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).
Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab,
ulama besa sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama
kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah
berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian
ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku
dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor
tersebut. Gerakan ANO (yang kelak disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu
pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan
pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah
komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor).
Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU,
secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU.
Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat hubungan pribadi antar tokoh.
Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram
1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian
(departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri;
Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.
Dalam perkembangannya secara diam-diam khususnya
ANO Cabang Malang, mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut
Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) yang kelak disebut BANSER (Barisan
Serbaguna). Dalam Kongres II ANO di Malang tahun 1937. Di Kongres ini, Banoe
menunjukkan kebolehan pertamakalinya dalam baris berbaris dengan mengenakan
seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang.
Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Mayor TNI Hamid Rusydi, tokoh
yang namaya tetap dikenang dan bahkan diabadikan sebagai sama salah satu jalan
di kota Malang.
Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di
Malang tersebut adalah didirikannya Banoe di tiap cabang ANO. Selain itu,
menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama yang menyangkut soal Banoe.
Pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi
pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk ANO. Setelah
revolusi fisik (1945 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway,
melempar mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO. Ide ini mendapat
sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada
tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama
baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih pupuler disingkat
GP Ansor).
VISI :
1.
Revitalisasi
Nilai dan Tradisi
2. Penguatan Sistem
Kaderisasi
3.
Pemberdayaan
Potensi Kader
MISI :
1.
Internalisasi
Nilai ASWAJA dan Sifatur Rasul dalam Gerakan GP. Ansor.
2. Membangun Disiplin
Organisasi dan Kadersasi bebasis Profesi.
3.
Menjadi
sentrum lalulintas informasi dan peluang usaha antar kader dengan stakeholder
BANSER
Yang dimaksud dengan Barisan Ansor Serbaguna
selanjutnya disingkat (BANSER) dalam peraturan organisasi ini adalah tenaga
inti Gerakan Pemuda Ansor sebagai kader penggerak, pengemban dan pengaman
program-program sosial kemasyarakatan Gerakan Pemuda Ansor. Kader dimaksud
adalah anggota Gerakan Pemuda Ansor yang memiliki kualifikasi : disiplin dan
dedikasi yang tinggi, ketahanan fisik dan mental yang tangguh, penuh daya juang
dan religius sebagai benteng ulama dan dapat mewujudkan cita-cita Gerakan
Pemuda Ansor dan kemaslahatan umum.
Status BANSER
1.
Barisan
Ansor Serbaguna (BANSER) adalah lembaga semi otonom dari Gerakan Pemuda Ansor .
2. Pengertian pada butir (1)
di atas, BANSER tidak pernah lepas sama sekali dari GP Ansor dan secara
struktural di bawah koordinasi Ketua Umum di tingkat pusat dan Ketua-ketua pada
masing-masing tingkatan di bawahnya.
Struktur Organisasi
3.
Struktur
organisasi sebagaimana diatur pada pasal 7 – 9 (PO Banser) dijabarkan dalam
bagian sebagaimana terlampir.
4. Pada hubungan instruktif
dan koordinatif dan konsultatif baik secara vertikal maupun horizontal di
seluruh satuan koordinasi melalui Pimpinan GP Ansor di masing-masing tingkatan
Fungsi Utama BANSER
5.
Fungsi
Kaderisasi, BANSER merupakan perangkat organisasi Gerakan Pemuda Ansor sebagai
kader terlatih, untuk pengembangan kaderisasi di lingkungan Gerakan Pemuda
Ansor.
6. Fungsi Dinamisator, BANSER
merupakan perangkat organisasi Gerakan Pemuda Ansor yang berfungsi sebagai
pelopor penggerak program-program Gerakan Pemuda Ansor.
7. Fungsi stabilisator, BANSER
merupakan perangkat organisasi Gerakan Pemuda Ansor yang berfungsi sebagai
pengaman program-program sosial kemasyarakatan Gerakan Pemuda Ansor.
Tugas BANSER
8.
Merencanakan,
mempersiapkan dan mengamalkan cita-cita perjuangan Gerakan Pemuda Ansor serta
menyelamatkan dan mengembangkan hasil-hasil perjuangan yang telah dicapai
9. Melaksanakan program
sosial kemasyarakatan dan program pembangunan yang berbentuk rintisan dan
partisipasi.
10. Membantu terselenggarnya
SISHANKAMRATA di lingkungan Gerakan Pemuda Ansor dan lingkungan sekitarnya
Tanggung Jawab BANSER
11.
Menjaga,
memelihara dan menjamin kelangsungan hidup dan kejayaan Gerakan Pemuda Ansor
khususnya dan NU umumnya.
12. Bersama dengan kekuatan
bangsa yang lain untuk tetap menjaga dan menjamin keutuhan bangsa dari segala
ancaman, hambatan, gangguan dan tantangan.
Keanggotaan BANSER
13.
Anggota
BANSER adalah anggota Gerakan Pemuda Ansor.
14. Keanggotaan BANSER
ditetapkan dengan syarat-syarat sebagai berikut :
a. Sehat fisik dan mentalnya
b. Memiliki tinggi badan
sekurang-kurangnya 160 cm, kecuali memiliki kecakapan khusus.
c. Telah lulus mengikuti
Pendidikan dan Latihan Dasar BANSER
d. Memiliki dedikasi dan
loyalitas kepada Gerakan Pemuda Ansor.
15. Anggota kehormatan
diberikan kepada mantan anggota BANSER yang berusia di atas 45 tahun dan atau
tokoh masyarakat yang berperan dalam menggerakkan BANSER.
Hak Anggota BANSER
16.
Mengenakan
seragam BANSER dalam menjalankan tugas sehari-hari maupun tugas lapangan.
17. Mendapatkan pendidikan dan
latihan dalam upaya meningkatkan prestasi kemampuan yang dimilikinya.
18. Mendapatkan perlindungan
dan pembelaan hukum, penghargaan sesuai prestasi dan pengabdian yang
dimilikinya
Kewajiban Aggota BANSER
19.
Mentaati
peraturan organisasi
20.Menjaga dan menjunjung
nama baik organisasi
21. Melaksanakan tugas yang
diberikan dengan sebaik-baiknya
22.Melaksanakan tata sikap
dan perilaku BANSER di dalam dan diluar kedinasan (sebagaimana dijelaskan dalam
peraturan tata sikap dan perilaku BANSER di dalam kedinasan dan di luar
kedinasan)
Kode Etik dan Doktrin
23.Kode etik BANSER adalah
kode etik kader GP Ansor
24.Doktrin BANSER adalah
doktrin GP Ansor
25.Ikrar/janji BANSER adalah
Nawa Prasetya GP Ansor
NAWA PRASETYA BANSER
26.Kami Barisan Ansor
Serbaguna, bertaqwa kepada Allah SWT.
27.Kami Barisan Ansor
Serbaguna, setia kepada Pancasila dan UUD 1945.
28.Kami Barisan Ansor
Serbaguna, memegang teguh cita-cita proklamasi Kemerdekaan Negara Republik
Indonesia.
29.Kami Barisan Ansor
Serbaguna, taat dan ta’dhim kepada khittah NU 1926.
30.Kami Barisan Ansor
Serbaguna, setia dan berani membela kebenaran dalam wadah perjuangan Ansor demi
terwujudnya cita-cita bangsa Indonesia
31. Kami Barisan Ansor
Serbaguna, peduli terhadap nasib umat manusia tanpa memandang suku, bangsa,
agama dan golongan.
32.Kami Barisan Ansor
Serbaguna, menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, kebenaran, keadilan dan
demokrasi.
33.Kami Barisan Ansor
Serbaguna, siap mengorbankan seluruh jiwa, raga dan harta demi mencapai ridho
ilahi.
34.Kami Barisan Ansor
Serbaguna, senantiasa siap siaga membela kehormatan dan martabat bangsa dan
negara Republik Indonesia.
Perilaku BANSER
35.Bertaqwa kepada Allah SWT
dan mengamalkan ajaran Islam Ahlusunnah wal jama’ah
36.Berperilaku jujur,
disiplin dan bertanggungjawab.
37.Siap melaksanakan tugas
dengan ikhlas penuh pengabdian
38.Bersikap hormat kepada
sesama dan taat kepada pimpinan.
BAI’AT BANSER
Bismillahirrohmanirrohim
Asyhadu anlaa ilaaha
illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah
Dengan ikhlas dan bertaqwa
kepada Allah SWT, saya berbai’at :
39.Senantiasa akan
menjalankan kewajiban terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya.
40.Senantiasa tanpa pamrih
mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan
Pancasila serta UUD 1945 secara murni dan konsekuen.
41. Senantiasa berjuang
mengembangkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
42.Senantiasa setia
menjalankan tugas-tugas organisasi GP Ansor secara ikhlas, konsekuen dan
bertanggungjawab.
43.Senantiasa tunduk dan
patuh kepada pimpinan serta memegang teguh disiplin.
Arti Lambang Bedge BANSER
(Segi Lima)
44.Kalimat Ya Ilaahi,
melambangkan bahwa setiap gerak dan perjuangan BANSER dijiwai dengan ketaqwaan
serta mengikuti segala perintah Allah SWT.
45.Logo Gerakan Pemuda Ansor,
melambangkan kesatupaduan langkah BANSER yang tidak bisa dilepaskan dari
organisasi induknya yakni GP Ansor.
46.Gambar Burung Ababil,
melambangkan kekuatan umat Islam yang menjunjung tinggi upaya kesejahteraan dan
kemakmuran manusia.
47.Gambar Pita, melambangkan
keteguhan BANSER dalam membela, dan mendorong setiap perjuangan menegakkan
kebenaran dan keadilan.
48.Tulisan Nahnu Ansharullah
melambangkan sikap BANSER yang saling tolong menolong kepada sesama manusia
sebagai hamba Allah SWT.
49.Warna merah (sebagai dasar
logo) melambangkan keteguhan dalam melaksanakan aqidah dan semangat pantang
mundur dalam membela keadilan dan kebenaran.
50.Warna kuning, melambangkan
ketulusan, keikhlasan dan kesucian perjuangan.
51. Warna hijau segitiga,
melambangkan keimanan, keadilan dan kemakmuran.
52.Warna hitam segitiga,
melambangkan kesatuan dan persatuan yang kokoh dan kuat.
53.Segi lima, melambangkan
rukun Islam lima dan Pancasila sebagai dasar negara.
54.Pisau Komando, melambangkan
bahwa setiap anggota BANSER siap setiap saat melaksanakan tugas organisasi
Arti
Lambang Bedge BANSER (Payung Terjun)
55.Payung Terjun,
melambangkan BANSER siap terjun ke masyarakat dengan kearifan dan kebijakan.
56.Warna hijau, melambangkan
warna kemakmuran.
57.Warna merah, melambangkan
keteguhan dalam melaksanakan aqidah dan semangat pantang mundur dalam membela
keadilan dan kebenaran.
58.Warna Kuning, melambangkan
ketulusan, keikhlasan dan kesucian perjuangan.
Arti Lambang Bedge BANSER
(Perisai Merah Putih)
Banser siap setiap saat
untuk menjaga ketenteraman bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia.










0 comments:
Post a Comment